Apa Penyebab Syaraf Kejepit?

SitKes.com – Saraf adalah jalinan serat-serat yang menghubungkan organ tubuh dengan sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) serta antar bagian sistem saraf lainnya. Sementara sistem saraf merupakan kompleks jaringan saraf dan sel-sel yang bertugas membawa pesan dari dan menuju otak serta sumsum tulang belakang ke seluruh bagian tubuh. Saraf-saraf dalam tubuh manusia ini seperti jalinan kawat elektrik yang membawa informasi dari otak menuju seluruh bagian tubuh dan sebaliknya.

Syaraf terjepit di sebabkan oleh terserangnya tulang belakang,ke arah kiri atau kanan dan akan langsung menekan syaraf paravertebal.Hal ini menyebabkan rasa nyeri yang hebat karena tulang belakang yang bergeser ini akan menekan jaringan syaraf pusat.Umum nya terjadi karena tarauma atau benturan.Syaraf urat terjepit lainnya di sebabkan oleh keluarnya nuclus pulpousu dari discus melalui robekan annulus fibrosus keluar menekan medullas pinalis atau mengarah ke dorsolateral menekan saraf spinalis sehingga menimbulkan rasa nyeri yang hebat.Orang sering menyebutnya Hernia Nucleus Pulposus (HNP).Tulang punggung merupakan sederetan sederetan ruang tulang yang di hubungkan oleh suatu bantuan berfungsi sebagai peredam getaran dan memungkinkan tulang belakang dapat bergerak lentur.Bantalan tulang belakang (disc) berisi inti yang di sebut dengan nuclesus.Karena suatu sebab nucleus pulposus keluar merobek annulus fibrosus dan menekan syaraf menimbulkan rasa yang hebat.

Apa Penyebab Syaraf Kejepit

Saraf kejepit kerap menjadi masalah besar meski kelihatannya kecil. Parahnya, kita sering salah mengerti dan tak pernah mengerti serta memahami apa sebenarnya saraf kejepit ini. Padahal kalau tidak kita perhatikan, kenyataan ini bisa membuat seseorang menjadi lumpuh.

Menurut Ahli Bedah Ortopedi Dr. Nicolaas C. Budhiparama. Sp.OT saraf kejepit sebenarnya merupakan kondisi terjepit atau terkompresi saraf. Dapat terjadi pada saraf pusat (saraf yang terdapat pada tulang belakang) maupun saraf perifer (saraf yang terdapat pada daerah perifer/ekstremitas)

Ada postur-postur tubuh tertentu yang bisa menyebabkan terjadinya saraf kejepit. Ambil contoh misalnya posisi yang menekan sisi dalam dari siku, posisi pergelangan tangan yang menekuk dalam waktu lama, atau gerakan repetitive (berulang) pada daerah yang dilewati oleh saraf sehingga terjadi peradangan pada sekitarnya dan mengakibatkan penekanan pada saraf terdekat.

“Postur tubuh yang menempatkan suatu saraf dalam kondisi terjepit dan dilakukan dalam waktu yang cukup lama dapat mengakibatkan penjepitan pada saraf tersebut,”ujar Nicolaas.

Penyebab saraf terjepit bisa bermacam-macam, tapi penyebab paling umum adalah cedera, postur tubuh yang buruk, osteoartritis, stres dari pekerjaan yang berulang, kegiatan olahraga dan juga obesitas.Jika saraf yang terjepit terjadi dalam waktu singkat, biasanya tidak akan menimbulkan kerusakan permanen dan saraf bisa berfungsi secara normal. Tapi jika tekanan terus terjadi, dapat menimbulkan sakit kronis dan kerusakan saraf permanen.

Perawatan yang paling sering direkomendasikan adalah istirahat total atau menghentikan semua kegiatan yang dapat memperburuk tekanan di saraf. Namun hal ini tergantung dari lokasi saraf terjepit, pada lokasi tertentu kadang membutuhkan bantuan penyangga.

Sumber : Liputan6

Advertisement

Leave a Reply